Sabtu, 08 Desember 2012

VPN

Latar belakang

VPN merupakan singkatan dari Virtual Private Network yang artinya membuat jaringan private secara virtual diatas jaringan public(umum) seperti internet. VPN berkembang dikarenakan adanya perkembangan yang pesat pada perusahaan-perusahaan besar yang ingin tetap memperluas jaringan bisnisnya, namun mereka tetap ingin terhubung ke jaringan local(private) mereka  dengan kantor cabang yang dimiliki dan perusahaan mitra kerjanya yang berada di tempat yang jauh. Perusahaan juga ingin memberikan hak akses kepada pegawai khusus sebagai fasilitas yang efektif dan efisien agar dapat terhubung ke jaringan lokal milik perusahaan tersebut di manapun mereka berada. Perusahaan tersebut perlu suatu jaringan lokal yang jangkauannya luas, tidak bisa diakses oleh sembarang orang, tetapi hanya orang yang memiliki hak akses saja yang dapat terhubung ke jaringan lokal tersebut sehingga keamanan perusahaan dapat terjaga.
Implementasi jaringan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan leased line(jalur penyewaan). Namun biaya yang dibutuhkan untuk membangun jaringan yang luas menggunakan leased line sangat besar. Di sisi lain perusahaan juga ingin mengoptimalkan biaya untuk membangun jaringan mereka yang luas. Oleh karena itu VPN dapat digunakan sebagai teknologi alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang luas dengan biaya yang relatif kecil, karena transmisi data teknologi VPN menggunakan media jaringan public yang sudah ada, misal : internet.

Pengertian VPN
IP VPN merupakan tipe khusus dari layanan VPN yang mengirimkan layanan Internet Protocol (IP) privat melalui infrastruktur publik IP atau internet. Yang menjadi kunci patokan IP VPN adalah pengiriman layanan IP kepada end user. Dengan IP VPN dimungkinkan networking data secara privat dan aman melalui jaringan internet publik atau jaringan IP privat untuk komunikasi pengguna akses remote, site-to site, atau corporate-to-corporate.

Platform Teknologi IP VPN
IP VPN berbasis jaringan publik yang berjalan di platform IP sehingga pengiriman layanan lebih bersifat connectionless, dalam artian data terkirim begitu saja tanpa ada proses pembentukan jalur terlebih dahulu (connection setup). IP bertugas untuk menangani masalah-masalah pengiriman, juga menjadi tanggung jawab IP untuk menangani masalah pengenalan datagram atau reassembly datagram sebagai akibat langsung proses fragmentasi.

Penggunaan jaringan publik internet dalam layanan VPN menuntut jaminan security yang lebih baik dibandingkan dengan layanan internet yang biasa. Sharing infrastruktur jaringan publik untuk suatu hal yang namanya privat menuntut pengamanan-pengamanan tersendiri. Dengan adanya jaminan security tersebut, pelanggan dapat mengirimkan dan mengakses informasi secara aman dan terlindung dari kemungkinan disusupi oleh pengakses yang tidak diinginkan.

Intranet
Intranet merupakan jaringan yang terhubung antara kantor pusat dengan kantor cabang yang tersebar di lokasi-lokasi yang terpisah dengan kantor pusat. Intranet memberikan fasilitas komunikasi dan pertukaran data serta informasi antar internal suatu perusahaan atau departemen dengan cabang yang berjauhan lokasinya.




Kebutuhan-kebutuhan Keamanan
Dalam tantangan kepercayaan dalam sebuah lingkungan terbuka, berubah, kita akan menyelidiki kebutuhan-kebutuhan keamanan terlebih dahulu. Keamanan untuk sebuah intranet berdasarkan pada beberapa komponen hardware dan software. Teknologi dan mekanisme khusus akan bervariasi, tetapi apa yang disebut keamanan "kekuatan industri" harus selalu memenuhi lima kebutuhan dasar :
  • Kerahasiaan, dengan kemampuan scramble atau encrypt pesan sepanjang jaringan yang tidak aman
  • Kendali akses, menentukan siapa yang diberikan akses ke sebuah sistem atau jaringan, sebagaimana informasi apa dan seberapa banyak seseorang dapat menerima
  • Authentication, yaitu menguji identitas dari dua perusahaan yang mengadakan transaksi
  • Integritas, menjamin bahwa file atau pesan tidak berubah dalam perjalanan
  • Non-repudiation, yaitu mencegah dua perusahaan dari menyangkal bahwa mereka telah mengirim atau menerima sebuah file

Mengakomodasi Perubahan
Sepanjang dengan keamanan "industrial-strength", sebuah intranet juga harus dapat mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan informasi yang berubah termasuk banyak grup pengguna yang tersusun dalam banyak cara pada sebuah basis dinamis. Grup-grup pengguna mungkn termasuk pekerja-pekerja menurut departemen, jabatan, atau lokasi. Grup-grup pengguna lainnya mungkin termasuk anggota beberapa grup pada saat yang sama. Pada waktu yang sama keanggotaan dalam tiap grup berubah secara konstan
sebagaimana anggota masuk atau keluar dari grup. Sebagai tambahan, sebuah intranet harus mengakomodasi informasi dengan bentuk-bentuk berbeda, apakah halaman web, file, atau form lain. Terakhir, sebuah intranet harus mengakomodasi teknologi yang berubah dan sistem informasi kompleks yang bertambah.

Solusi : Sebuah VPN (Virtual Private Network) Dinamis
Untuk memenuhi tantangan mengembangkan dan memelihara kepercayaan dalam sebuah lingkungan yang berubah dan terbuka, TradeWave percaya bahwa strategi terbaik adalah mengimplementasikan sesuatu yang disebut Jaringan Private Virtual Dinamis (Dynamic VPN). Secara umum, setiap VPN adalah sebuah proses dimana jaringan umum (public network / internet) diamankan untuk mengfungsikannya sebagaimana private network. Sebuah VPN tidak didefinisikan oleh rangkaian khusus atau rute. Yaitu didefinisikan oleh mekanisme keamanan dan prosedur-prosedur yang hanya mengizinkan pengguna-pengguna yang ditunjuk akses ke VPN dan informasi yang mengalir melaluinya.
VPN bukanlah hal baru. Yang membuat VPN dari TradeWave sesuai untuk keamanan intranet adalah kemampuan dinamisnya. Dengan dinamis, berkemampuan untuk mengakomodasi lingkungan bisnis yang terbuka dan berubah. Kemampuan ini didasarkan pada arsitektur yang unik dan set dari sifat yang terdapat pada TradeVPI, yang merupakan solusi VPN TradeWave.

Kemampuan VPN Dinamis
TradeVPI adalah sebuah himpunan aplikasi-aplikasi dan servis-servis yang berhubungan. TradeVPI memungkinkan sebuah bisnis menghasilkan dan mengeluarkan sebuah solusi VPN dinamis dengan kemampuan sebagai berikut :
  • Mengakomodasi komunitas pengguna yang berubah secara dinamis
  • Menyediakan kemampuan pertukaran informasi dalam berbagai bentuk form (web, file, dll)
  • Mengakomodasi pengguna yang berbeda dengan berbagai macam browser, aplikasi, sistem operasi, dll
  • Memungkinkan pengguna masuk ke dalam grup atau administrator memasukkan identitas dalam sebuah cara yang dikendalikan tetapi mudah
  • Memelihara integritas sepanjang waktu, tanpa memperhatikan pergantian administrasi, perubahan teknologi, atau peningkatan kompleksitas sistem informasi perusahaan
Referensi 
  • http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CC0QFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.unsri.ac.id%2Fupload%2Farsip%2FTASecurity.doc&ei=oQ_pUMz0JI_UkgWW5oH4BQ&usg=AFQjCNHtDxLh1zaVXHFd4vmprlz-L6TQyA&sig2=xLmL0pTFWSlLn62b8_n9dg&bvm=bv.1355534169,d.bmk
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Virtual_private_network
  • http://thinkxfree.wordpress.com/category/networking/vpn-virtual-private-network/

MPLS


Latar Belakang
Dengan berkembangnya teknologi jaringan komputer sekarang
ini tidak dimungkinkan bila berkembangnya metode yang
digunakan dalam jaringan komputer saat ini. Dalam dunia
perkantoran jaringan sangat dibutuhkan sekali untuk melakukan
proses mendapatkan dan transfer data untuk kelancaran proses kerja
dan mempersingkat waktu perkerjaan sehingga tidak perlu
berpindah tempat untuk mendapatkan data dan menyetor data.
Degan jaringan komputer ini, maka pekerjaan dapat dilakukan
dimana saja asal terkoneksi dengan jaringan yang ada di kantor.
Selain itu kecepatan transfer data menjadi masalah yang sering
dialami dalam jaringan komputer yang disusun. Sehingga proses
transfer dan mendapatkan data menjadi lebih lambat dan
membutuhkan waktu yang lama. Sehingga user sering mengeluh
dengan lambatnya kecepatan jaringan yang ada.
Dengan demikian, dibuatlah sebuah jaringan komputer dengan
memanfaatkan teknologi berbasis Multiprotocol Label Switching
(MPLS). Dalam jaringan MPLS ini memanfaatkan layer 2
(switching) dan layer 3 (routing). Dalam hal ini untuk Quality of
Service(QoS) sangat diperhatikan untuk mendapatkan performa
yang baik.
Dalam jaringan berasis MPLS ini secara teoritis dapat
meningkatkan kelancaran transfer data. Kecepatan mendapatkan
transfer data secara teori menjadi lebih cepat dengan memanfaatkan
pengaturan QoS yang telah terdistribusi pada paket MPLS yang
telah terinstall.
MPLS merupakan sistem yang membantu mempercepat
koneksi pada jaringan komputer sebagai kebutuhan sehari hari
dalam mendapatkan data yang dibutuhkan. 


MPLS

MPLS merupakan salah satu bentuk konvergensi vertikal dalam topologi jaringan. MPLS
menjanjikan banyak harapan untuk peningkatan performansi jaringan paket tanpa harus
menjadi rumit seperti ATM. Metode MPLS membangkitkan gagasan untuk mengubah
paradigma routing di layer-layer jaringan yang ada selama ini, dan mengkonvergensikannya
ke dalam sebuah metode, yang dinamai GMPLS. GMPLS melakukan forwarding data
menggunakan VC tingkat rendah dan tingkat tinggi di SDH, dan panjang-gelombang di
WDM, dan serat-serat dalam FO; terpadu dengan routing di layer IP.
Teknologi ATM dan frame relay bersifat connection-oriented: setiap virtual circuit harus
disetup dengan protokol persinyalan sebelum transmisi. IP bersifat connectionless: protokol
routing menentukan arah pengiriman paket dengan bertukar info routing. MPLS mewakili
konvergensi kedua pendekatan ini.
MPLS, multi-protocol label switching, adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF
untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk
mempercepat pengiriman paket.
Network MPLS terdiri atas sirkit yang disebut label-switched path (LSP), yang
menghubungkan titik-titik yang disebut label-switched router (LSR). LSR pertama dan
terakhir disebut ingress dan egress. Setiap LSP dikaitkan dengan sebuah forwarding
equivalence class (FEC), yang merupakan kumpulan paket yang menerima perlakukan
forwarding yang sama di sebuah LSR. FEC diidentifikasikan dengan pemasangan label.
Untuk membentuk LSP, diperlukan suatu protokol persinyalan. Protokol ini menentukan
forwarding berdasarkan label pada paket. Label yang pendek dan berukuran tetap
mempercepat proses forwarding dan mempertinggi fleksibilitas pemilihan path. Hasilnya
adalah network datagram yang bersifat lebih connection-oriented.

Enkapsulasi paket
Tidak seperti ATM yang memecah paket-paket IP, MPLS hanya melakukan enkapsulasi
paket IP, dengan memasang header MPLS. Header MPLS terdiri atas 32 bit data, termasuk
20 bit label, 2 bit eksperimen, dan 1 bit identifikasi stack, serta 8 bit TTL. Label adalah
bagian dari header, memiliki panjang yang bersifat tetap, dan merupakan satu-satunya
tanda identifikasi paket. Label digunakan untuk proses forwarding, termasuk proses traffic
engineering.
Setiap LSR memiliki tabel yang disebut label-swiching table. Tabel itu berisi pemetaan label
masuk, label keluar, dan link ke LSR berikutnya. Saat LSR menerima paket, label paket
akan dibaca, kemudian diganti dengan label keluar, lalu paket dikirimkan ke LSR berikutnya.
Selain paket IP, paket MPLS juga bisa dienkapsulasikan kembali dalam paket MPLS. Maka
sebuah paket bisa memiliki beberapa header. Dan bit stack pada header menunjukkan
apakah suatu header sudah terletak di 'dasar' tumpukan header MPLS itu.




Referensi

  • http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-8979-7406030006-Chapter1.pdf
  • http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1384/1164
  • http://id.wikipedia.org/wiki/MPLS